Petugas sedang memberi vaksin.

Petugas sadeng memeriksa kesehatan hewan

MADIUN,  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun , akan memberikan surat keterangan pada hewan kurban layak yang dijual oleh pedagang menjelang Idul Adha 1439 Hijriah.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Drh, Cahyarini Budiarti  Senin, mengatakan bahwa petugas akan melakukan pemeriksaan pada hewan kurban yang dijual oleh pedagang di wilayah Kota Madiun.

“Hewan kurban yang telah diperiksa dan dinyatakan layak dikonsumsi maka akan kami diberikan surat keterangan. Pemeriksaan kesehatan kelayakan hewan kurban akan dilaksanakan pada tiga tahap yaitu sebelum (antemortem), proses, dan sesudah (postmortem) dipotong,” katanya.

Ia mengatakan pada pemeriksaan hewan kurban tersebut akan melibatkan tim kesehatan hewan yang meliputi dokter hewan yang nantinya akan memberikan surat keterangan atau sertifikat untuk hewan kurban yang layak.

“Pemeriksaan ini sekaligus bertujuan menjamin kesehatan hewan, dan mengantisipasi adanya hewan yang berpotensi menderita penyakit,” katanya.

Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Drh Cahyarini Budiarti menyebut terdapat sejumlah ciri hewan kurban yang sehat dan layak dipilih. Mulai dari bulu hingga tingkah laku hewan. Berikut tips memilih hewan kurban menurut Drh Cahyarini Budiarti.

Ini 5 Ciri Hewan Sehat untuk Kurban :

  1. Aktif
    Hewan sehat tentu hewan yang aktif. Artinya, aktif bergerak. Hewan yang paling banyak diam patut dicurigai.
  2.  Bulu
    Hewan kurban terutama kambing atau domba yang sehat dapat dikenali melalui bulunya. Bulu wajib bersih dan mengkilap. Hewan yang sakit biasanya memiliki bulu kusam dan mudah rontok.
  3. Mata
    Bagian mata lebih mudah dikenali. Mata hewan yang sehat terlihat jernih, dan tidak sayu. Mata dapat menanggapi rangsang disekitar dengan cepat. Artinya, jika ada sesuatu yang bergerak di dekatnya, pandangan langsung mengikuti.
  4. Testis
    Bagian testis hewan harus simetris. Artinya, memiliki ukuran sama besar dan sama panjang. Hewan dengan bentuk testis tak sama (monorchid) termasuk kategori hewan cacat dan tidak boleh di jadikan hewan kurban.
  5. Cabut gigi alami (poel)
    Gigi poel alami dapat ditandai dengan adanya gigi baru setelahnya. Jika bagian gigi yang hilang tersebut tidak ditemukan adanya gigi baru, patut dicurigai bagian gigi tersebut dicabut secara paksa

Drh Cahyarini Budiarti menyarankan untuk membeli hewan kurban kepertenak langsung. Sebab, hewan kurban dipeternak sudah dipelihara sejak lama. Kesehatan hewan lebih terjamin. Apalagi, peternak kebanyakan menjadi binaan petugas kesehatan hewan pemerintah daerah setempat. Setiap riwayat kesehatan terkontrol.

‘’Petugas pastinya juga langsung memberikan pengobatan jika terindikasi sakit. Bahkan, jika kelewat parah akan diminta untuk tidak dijual dulu,’’ terangnya.

Sebaliknya, kesehatan hewan sulit dilacak untuk hewan dari penjual. Apalagi, penjual kebanyakan mendatangkan dari luar daerah. Hewan melewati perjalanan panjang. Belum lagi perlakuan penjual ke hewan. Pihaknya berencana menggelar pemeriksaan ke penjual dalam waktu dekat.

‘’Kalau pemeriksaan di tempat peternak sudah rutin kami lakukan dan ditingkatkan mendekati hari raya Idul Kurban ini, kami juga akan lakukan pemeriksaan ke penjual langsung,’’ ujarnya sembari menyebut hewan kurban di peternak sejauh ini dalam kondisi baik

Senin 6 Agustus 2018

ppid pembantu…….(adm eddy)

Categories: Berita