MADIUN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun melalui Bidang Pertanian Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan menerima pengaduan dari peternak sapi di kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, yang mana terdapat satu ekor sapi mengalami ‘ambruk’ pada hari Jum’at (5/2/2021).

Menurut keterangan peternak, sapi tersebut tidak mau makan sejak sehari sebelumnya (4/2/2021), hingga pada saat petugas dokter hewan datang ternyata sapi sudah mengalami kelumpuhan.

Kasi Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh. Margaretha memerintahkan Petugas dokter hewan, Drh. Yeri dan Drh. Sulthan melakukan pemeriksaan secara detil pada sapi yang lumpuh tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan beberapa kelainan antara lain mukosa (selaput lendir) sapi berwarna pucat, sedikit demam, terdapat titik-titik darah pada beberapa bagian kulit, serta ditemukan adanya infeksi caplak yang cukup banyak.

Drh. Sultan mengatakan dari hasil pemeriksaan tersebut sapi mengalami anemia akibat infeksi kutu caplak tersebut. Pemeriksaan dilakukan juga kepada sapi-sapi dalam satu kandang dan ditemukan juga beberapa caplak pada tubuh sapi lainnya.

Kasus anemia ini disebabkan oleh parasit luar bernama caplak ( Rhypichepalus sp.), sejenis kutu pada ternak yang dapat menghisap darah ternak untuk menghasilkan telur dan berkembang biak. Karena dapat menghisap darah, ditakutkan sapi yang menjadi inang akan mengalami anemia atau kekurangan darah. Anemia ini yang menyebabkan sapi mengalami kelemahan hingga lumpuh karena suplai darah berkurang dan ternak mengalami kekurangan nutrisi.”imbuhnya

Pada kasus ini, yang paling ditakutkan bukanlah infeksi caplaknya, melainkan adanya infeksi ikutan parasit darah yang dibawa oleh caplak. Caplak merupakan vektor dari protozoa parasit pada darah yang dapat masuk dan merusak sel darah merah. Parasit darah pada sapi ini yang meliputi Babesia sp., Theilleria sp., Anaplasma sp., dan lain-lain, dapat memperparah kejadian anemia pada ternak yang mengalami infeksi caplak. Hal ini tentunya sangat berbahaya bagi ternak tersebut dan ternak lain yang berada dalam satu kandang.

Petugas Drh. Yeri dan Drh. Sulthan memberikan injeksi anti parasit untuk sapi di dalam satu kandang tersebut, serta memberikan terapi secara berkala untuk sapi yang mengalami kelumpuhan.

Untuk lebih memaksimalkan pemberantasan caplak, sebaiknya dilakukan penyemprotan atau fogging di sekitar area kandang agar caplak yang ada di sekitar kandang dapat diatasi.(eddy/ admin/ ppidpembantu)

Baca selengkapnya di Website kami http://disperta.madiunkota.go.id/

Janga Lupa Follow akun Sosial Media kami :

• Instagram : https://www.instagram.com/dipertakotamadiun/

• Facebook : https://www.facebook.com/dipertakota.madiun.3/

• Twitter : https://twitter.com/Dipertakota

• Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCkb7ozQiRqrAdbToAqwFJ7A

#madiun

#ppidkotamadiun

#pemkotmadiun

#dipertakotamadiun

#ppiddipertakotamadiun

#madiunkarismatik

#madiunhitz

#madiuntoday

#madiunkotapendekar

#lawancovid-19

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *