MADIUN- Sebanyak 200 bunga marigold yang masuk dalam salah satu jenis refugia atau tanaman perangkap hama, dibagikan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta) Kota Madiun kepada empat kelompok tani yang berada di Kecamatan Kartoharjo.(14/7/2020)

Hal tersebut sebagai langkah pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), khususnya hama tikus. Kasi Perlindungan Tanaman Disperta Kota Madiun Wahyu Niken Febrianti mengatakan, tanaman marigold merupakan salah satu tanaman yang tidak disukai tikus karena aromanya.“Harapannya tikus tidak akan mendekat ke area persawahan dan merusak padi.

Selain itu, kita kombinasi dengan burung hantu dan emposan tikus,” ujarnya.Lebih lanjut dirinya mengatakan, tiap kelompok tani diberikan 50 bibit marigold. Pemberian bibit diprioritaskan bagi mereka-mereka yang sudah mau tanam. Tak hanya mendapatkan bibit bunga marigold,

Disperta juga memberikan 50 pack nematoda entomopatogen (NEP), dan 1 emposan tikus.“Saat ini kami mendorong para petani agar pengendalian hama dengan menggunakan metode yang alami,”ungkapnya.Dengan begitu, lanjutnya, hasil produksi pertanian memiliki kualitas yang bagus dan dapat menjadi salah satu penyokong ketahanan pangan keluarga, ataupun masyarakat Kota Madiun.(eddy/adm/ppid pembantu)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Ada yang bisa kami bantu?..........