MADIUN – Pemerintah Kota Madiun menggelar musyawarah rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2019-2024. Sebagai forum musyawarah antara para pemangku kepentingan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan masukan untuk bahan penyempurnaan rancangan RPJMD. Serta, meningkatkan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan pembangunan.

Musrenbang RPJMD tahun ini diselenggarakan di Bima Ballroom Aston Hotel Madiun. Kegiatan ini juga dibuka langsung oleh Walikota Madiun Maidi dan dihadiri pejabat di lingkungan Pemkot Madiun, Pemprov Jatim, forpimda, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah Kota Madiun.

Pada musrenbang tahun ini, Pemkot Madiun mengambil tema terwujudnya pemerintahan bersih, berwibawa menuju masyarakat sejahtera. Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan program unggulan pemkot dalam lima tahun ke depan.

Walikota Madiun Maidi dalam paparannya menjelaskan bahwa RPJMD Kota Madiun telah dirancang sejak masa kampanye pemilihan kepala daerah masa jabatan 2019-2024 tahun lalu. Program tersebut dirangkum dalam konsep Panca Karya yang muaranya mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Madiun.

“Dalam perumusannya tidak lepas dari rencana strategis nasional dan Pemprov Jawa Timur. Sehingga, dapat mendukung peningkatan pembangunan nasional jangka menengah,” ujarnya saat mengisi paparan.

Konsep Panca Karya memuat visi misi yang ingin dicapai oleh Pemkot Madiun 5 tahun ke depan. Yakni, mewujudkan Madiun sebagai Kota Pendekar. “Ini akronim dari pintar, melayani, membangun, peduli, terbuka, dan karismatik,” jelasnya.

Total ada 33 program unggulan yang telah dirancang pemkot dalam Panca Karya. Harapannya, seluruh kebutuhan masyarakat dapat terfasilitasi. Serta, menyelesaikan permasalahan perkotaan dan meningkatkan pembangunan sesuai program strategis nasional.(eddy/admn/ppid pembantu)