Categories
Berita

Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-39

MADIUN – Lahan pertanian di Kota Madiun terus menyusut dari tahun ke tahun. Saat ini, lahan pertanian tinggal tersisa 901 hektar. Tak heran, produksi pertanian khususnya padi tidak cukup banyak. Bahkan, hanya mampu memenuhi sepertiga dari jumlah penduduk Kota Madiun. Kendati begitu bukan tanpa upaya. Pemerintah Kota Madiun tengah genjar melaksanakan program Kawasan Pangan Tanam Lestari (KRPL) di tiap-tiap kelurahan.

‘’Kota Madiun itu keterbatasan lahan Karenanya, masyarakat harus kreatif. Setiap pekarangan yang tidak produktif harus produktif,’’ kata Walikota Maidi saat Promosi Ketahanan Pangan Tingkat Kota Madiun Peringatan Hari Pangan Sedunia 2019 di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Rabu (16/10).

Pemerintah tidak hanya menggalakkan KRPL dengan mengajak masyarakat bertanam di pekarangan. Namun, kegiatan juga dilombakan. Harapannya, dapat menambah semangat masyarakat. Kegiatan cukup berhasil. Hal itu terlihat dari banyaknya produk pertanian hasil KRPL di 27 kelurahan. Tidak hanya sayur-sayuran. Namun, juga tanaman obat. Walikota Maidi memang berharap masyarakat memiliki tanaman untuk keperluan obat-obatan. Bahkan, walikota sempat berkunjung ke Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah untuk belajar itu.

‘’Dinkes Kota Madiun juga sudah melakukan kerja sama dengan balai. Saya harap masyarakat tidak bergantung kepada oba kimia. Pakai yang herbal dulu. Obat kimia hanya menjadi alternatif pilihan terakhir,’’ ungkapnya.

Selain itu, walikota berharap petani Kota Madiun tidak hanya fokus menanam padi. Namun, juga tanaman lain. Paling tidak menyesuaikan musim. Saat kemarau panjang lahan bisa digunakan untuk tanaman jagung maupun kedelai. Harapannya, agar lahan yang sempit tetap maksimal. Walikota juga berencana membangun PeceLand yang menyuguhkan hamparan tanaman pendukung pecel. Seperti hutan turi, kacang, tebu, kenikir, dan lain sebagainya. Walikota berharap berbagai tanaman tersebut juga menjadi objek wisata selain diambil hasil pertaniannya.

‘’Karena kota kita kota jasa, harus selalu kreatif dan terus menciptakan inovasi agar terus selalu berdaya,’’ ungkapnya.

Dalam kegiatan juga diserahkan pemenang lomba Promosi Ketahanan Pangan yang diberikan kepada tim Taman I, Taman II, dan Tim Kartoharjo I sebagai juara 1, 2, dan 3. Pemerintah melalui walikota juga memberikan bantuan 3.500 bibit cabai untuk petani di 27 kelurahan. (eddy/adm/ppid pembantu)

Categories
Berita

Walikota ajak anak-anak Tangkap Ikan di Hari Pangan Sedunia Ke-39

MADIUN- Bertempat di Balai Benih Ikan Kota Madiun Walikota Madiun Maidi ajak anak-anak SDN 01 Manguharjo untuk menangkap Ikan yang ada di BBI, dalam rangka mempromosikan gemar makan ikan kepada anak-anak. Rabu (16/10).

Kegiatan ini bertepatan dengan Peringatan Hari Pangan Sedunia ke 39, Walikota sengaja turun kolam mencari ikan bersama anak-anak, Kegiatan tangkap ikan tidak hanya seru. Namun, sekaligus sarana edukasi terutama terkait ikan.

Categories
Berita

Edukasi TK Nasional ke Disperta

MADIUN, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun menerima kunjungan dari TK. Nasional Kota Madiun, Selasa (15/10/2019).

Kunjungan siswa saat ini untuk mengenal atau belajar di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, di antaranya menggenai Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Perkebunan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ir. Muntoro Danardono mengatakan sebagai generasi penerus bangsa yang cerdas anak-anak perlu wawasan yang cukup untuk kemajuan bangsa dan Negara kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengapresiasi kegiatan tersebut.

“ Ini kegiatan baik. Selain menjalin komunikasi dan koordinasi, kegiatan juga sebagai sarana pengenalan terhadap anak di usia dini,’’ katanya.

Tentu tidak ada yang salah tambahnya, jika anak-anak TK Nasional bermain ke kantor pemerintah, apalagi jika tujuan mereka adalah ingin belajar. Bukan belajar tentang sistem administrasi pemerintahan tentunya. ” Ya mereka ingin belajar mengenal alam utamanya yang berkaitan dengan Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Ya, kantor saya adalah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Dimana di sini membawahi bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Ketahanan Pangan. Sementara anak-anak TK Nasional yang berkunjung ke kantor akan belajar pengetahuan alam yang bertempat di belakang kantor, “kata Kadin DPKP.

Salah satu tanaman yang bisa di budidayakan adalah anggrek. Karena sifat anggrek yang cenderung lebih suka di kelembaban tinggi, maka anggrek ditempatkan di greenhouse khusus dengan ditutup paranet.

Selain tanaman, beragam jenis ikan juga bisa dilihat di Disperta jenis ikan yang budidayakan adalah jenis ikan konsumsi dan beberapa jenis ikan hias. Untuk ikan konsumsi terdapat jenis patin, nila, gurame, dan lele.

Kesempatan untuk melakukan kunjungan tidak dipungut biaya. Instansi atau sekolahan cukup mengirimkan surat permohonan kunjungan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun dengan dilengkapi hari dan tanggal pelaksanaan serta jumlah peserta yang akan berkunjung. Untuk memudahkan berkoordinasi lebih baik untuk mencantumkan nomor Contact Person (CP) yang mudah dihubungi. (eddy/adm/ppid pembatu)

Categories
Berita

WORKSHOP Dewan Ketahanan Pangan

MADIUN – bertempat di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun diselenggarakan Workshop Dewan Ketahanan Pangan yang di ikuti oleh stake holder terkait sebanyak 90 orang, kegiatan ini di laksanakan pada hari kamis tanggal 10 Oktober tahun 2019.

Kegiantan ini di buka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Ir. Muntoro Danardono, dalam sambutanya mengatakan pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun yang tidak di olah, yang diperuntukkan sebagai makanan dan minuman bagi konsumsi manusia termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan dalam penyiapan, pengolahan dan pembautan makanan dan minuman.

Untuk membawa kota madiun yang lebih baik, menuju smart city maka workshop ketahanan pangan seperti ini merupakan wadah saling koordinasi antara anggota dewan ketahanan pangan kota madiun dengan stake holder yang terkait dengan ketahanan pangan seperti perguruan tinggi, organisasi masyarakat seperti PKK, paguyuban pedagang pasar besar dan sleko, KTNA yang masing-masing mempunyai program kegiatan di bidang masing-masing,”imbuhnya”

beberapa strategi pembangunan pertanian yaitu :

  1. Meningkatkan hasil pertanian baik dari segi kwalitas maupun kwantitas.
  2. Meningkatkan pendapatan petani dengan optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian yang ramah lingkungan, kredit perbankan untuk petani, kemitraan dengan swasta untuk mencapai harga yang layak.
  3. Membina kelompok masyarakat untuk memanfaatkan lahan perkarangan dengan tanaman sayur, buah dan ikan.
  4. Membina pengembangan, penganekaragaman konsumsi pangan dan gizi pada masyarakat.

Narasumber dari pimpinan akademi gizi Provinsi Jawa Timur dan ketua pokja tehnis dewan ketahanan pangan Provinsi Jawa Timur Dr. Andriyanto, SH, M.Hum ”(eddy/admn/ppid pembantu)

Categories
Berita

Edukasi TK Kartika Kota Madiun

MADIUN,……Usia dini khususnya bagi anak-anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) merupakan usia tumbuh kembang, dimana mereka menyerap dan mengenal seluk beluk yang ada di sekitar mereka.

Kedatangan rombongan TK Kartika Kota Madiun ini berjumlah 35 orang siswa dan 3 orang Tenaga Pendidik. Mereka disambut oleh Plt. Sekretaris Dinas Pertanaian dan Ketahanan Pangan Ir. Dorce Lomo beserta karyawan dan Karyawati Dinas Pertanaian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun selasa 8 Oktober 2019.

“Kenapa memilih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun karena kebetulan banyak sekali Tanaman, Peternakan, dan Perikanan yang bisa dilihat anak-anak, dimana anak-anak akan mendapatkan pembelajaran secara langsung” dan Kunjungan ini dalam rangka pembelajaran yang mengangkat tema tentang tanaman sejak usia dini Ujar Kepala Sekolah TK Kartika Kota Madiun.

Kunjungan anak PAUD ini sesuatu yang positif, karena regenerasi Pertanian harus mulai dikenalkan dari usia dini, mudah-mudahan diantara mereka ada penerus generasi pertanian”. Pengenalan dini dunia pertanian seperti PAUD, bagi Plt Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan merupakan sesuatu yang positif untuk memperkenalkan dunia pertanian sejak dini. Sehingga nantinya diantara meraka ada yang menjadi petani yang sukses dan berdasi.(eddy/admn/ppidpembantu)

Categories
Berita PENGUMUMAN

INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tahun 2019

MADIUN. — Survei Kepuasan Masyarakat  adalah pengukuran secara komprehensif kegiatan tentang tingkat kepuasan masyarakat yang di peroleh dari hasil pengukuran atas pendapat (persepsi) masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari penyelenggaraan pelayanan publik.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun mendapatkan Nilai IKM 90,48 pada Tahun 2019 yang sebelumnya pada Tahun 2018 mendapatkan Nilai IKM 90,42, Kategori Mutu Layanan “A”

Terima kasih karena nilai ini merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya, Ini bentuk pelayanan kami kepada masyarakat. Kami selaku Dinas Pertanian dan KP akan mempertahankan Nilai yang kami peroleh dan akan meningkatkan lagi ke arah yang lebih baik ” kata Ir. Muntoro Danardono Kepala Dinas Pertanian dan KP”

Kerja dan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik merupakan komitmen semua karyawan dan karyawati Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, kami akan melayani dengan sepenuh hati”ungkapnya

(mifta/admn/ppid pembantu)

Categories
Berita

Pelatihan Pemanfaatan Jerami untuk Pupuk

MADIUN – Batang padi yang telah mengering atau biasa disebut jerami rupanya memiliki banyak manfaat. Terutama, bagi ternak dan pupuk. Namun, sayangnya banyak tumpukan jerami yang terbuang dan berakhir pada proses pembakaran.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan jerami, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta) Kota Madiun menggelar pelatihan kepada para petani. Yakni, untuk membuat pupuk dengan bahan dasar jerami.

Kegiatan tersebut berlangsung area kolong flyover Ringroad Kota Madiun. Pelatihan diberikan kepada 20 petani di wilayah Kelurahan Winongo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. ‘’Ini terdiri dari 2 gapoktan (gabungan kelompok tani, red). Yaitu, gapoktan Tani Dadi Satu dan Tani Dadi Makmur,’’ terang Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan Disperta Kecamatan Manguharjo Cahyaning Retno Kencono.

Cara pembuatannya cukup mudah. Hanya memerlukan jerami, kotoran ternak yang telah diolah menjadi pupuk kandang, decomposer, dan air. Pertama, petani menyiapkan area pembuatan pupuk. Yakni, menggunakan terpal sebagai alas.

Kemudian, alas ditutup dengan pupuk kandang. Selanjutnya, bagian atas pupuk diberi jerami. Tak lupa disiram dengan campuran air dan decomposer. Ulangi terus hingga bahan habis. Setelah itu, ditutup kembali dengan terpal.

‘’Seminggu kemudian akan kami cek lagi. Kalau terlalu kering akan ditambah dengan cairan air dan decomposer lagi,’’ ujarnya.

Pupuk jerami baru bisa dipanen minimal satu bulan setelah pembuatan. Setelah itu, akan dibagikan kepada anggota gapoktan di wilayah Kelurahan Winongo.

Retno menjelaskan, kegiatan ini tak hanya sebagai upaya pemanfaatan jerami. Tetapi, juga mengedukasi petani untuk membuat pupuk organik sendiri dengan biaya yang terjangkau. Apalagi, mendekati musim tanam yang akan segera tiba tahun ini.

Retno pun menambahkan, sebelumnya telah dilakukan sosialisasi kepada para petani di wilayah Kota Madiun terkait pembuatan pupuk organik ini di bulan Mei. Selanjutnya, dilakukan praktek pada bulan September. ‘’Sebelumnya sudah dilaksanakan di Kelurahan Kanigoro dan Kelurahan Josenan. Terakhir di Winongo ini,’’ ungkapnya. (eddy/admn/ppidpembantu)

Categories
Berita

Sosialisasi Pola Pangan Harapan (PPH)

MADIUN – bertempat di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun diselenggarakan Sosialisasi Pola Pangan Harapan (PPH) pada kegiatan Survey Pola Pangan Harapan yang di ikuti oleh stake holder terkait, kegiatan ini di laksanakan pada hari kamis tanggal 10 Oktober tahun 2019.

Kegiantan ini di buka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Ir. Muntoro Danardono, dalam sambutanya pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi selalu menjadi program proritas dalam setiap pembangunan nasional, yang di tandai dengan dijadikanya beberapa indikator kualitas dan kuantitas kunsumsi seperti konsumsi energi, protein, dan skor pola pangan (PPH) sebagai indikator pencapaian pembangunan nasional.

Skor PPH juga berfungsi sebagai intrumen untuk mengevaluasi konsumsi pangan di suatu wilayah yang selanjutnya di gunanakan sebagai acuan atau dasar untuk penyusunan perencanaan kebutuhan konsumsi pangan nwilayah kedepan,”imbuhnya”

Dari sumber data SPM bidang ketahanan pangan pada tahun 2018 ada pada angka 95,45. hal ini mengambarkan bahwa masyarakat kota madiun terhadap pola pangan B2SA yang baik.

Bapak Dr. Andriyanto, SH.M.Kes dari akademi gizi surabaya sebagai narasumber dalam workshop ini untuk memberi wawasan kepada kita tentang pola konsumsi pangan masyarakat dan pola pangan harapan yang baik.”(eddy/admn/ppidpembantu)

Categories
Berita

Pelatihan Pengolahan Ikan

MADIUN- Bangsal pengolahan ikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta) Kota Madiun pada Selasa (1/10) terlihat ramai. Pasalnya puluhan ibu-ibu dengan antusias menjalani pelatihan cara pengolahan ikan lele menjadi abon. Didampingi oleh petugas, para ibu dengan cekatan mengikuti tiap proses pembuatan.

Mulai dari memisahkan duri dari daging ikan lele yang telah dikukus, hingga meniriskan campuran daging yang sebelumnya sudah digoreng dengan bumbu-bumbu.

Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan Disperta Kota Madiun Ir. Dorce Lomo menuturkan, kegiatan pelatihan pengolahan ikan bertujuan untuk peningkatan sarana dan prasarana pengolahan tradisional.

“Kenapa kita memilih lele, karena lele mudah dibudidayakan.Contohnya saja satu kelurahan Tawangrejo memiliki empat kelompok, terdiri dari 12 orang pembudidaya lele. Dari sana tinggal kita menambah minat dan keterampilan untuk mengolahnya,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, minat warga Tawangrejo terhadap budidaya ikan lele sangat besar dibanding kelurahan lain. “Tawangrejo juga strategis, potensi besar, cepat dikenal, minat masyarakat baik. Maka dari itu sekarang ibu-ibu kita beri pelatihan supaya bisa mengolah beragam produk dari ikan lele,” ujarnya.

Dalam pelatihan kali ini, terdapat tiga puluh peserta yang dibagi dalam tiga sesi. Rencananya pelatihan pengolahan ikan tersebut akan dilaksanakan hingga besok Rabu (2/10). (eddy/admn/ppidpemantu)